»
»
»
»
»
»
»
»

»
»
»
»
»

»
»
»
»









Warning: mysql_connect() [function.mysql-connect]: Access denied for user 'koperti1_kopertis'@'localhost' (using password: YES) in /home/koperti1/public_html/counter1.php on line 2

1045062

Pengunjung hari ini : 67
Total pengunjung : 199085
Hits hari ini : 270
Total Hits : 1045062
Pengunjung Online : 4

<a href="http://www.clock4blog.eu">clock for blog</a>

 

Senin, 16 Agustus 2010
Komunikasi Efektif
Di Posting Oleh : Kopertis Wil. XI
Jabatan : Kopertis WIl. XI
Oleh : Drs. IMAM SUHARTO, MM
Setiap hari manusia selalu melakukan komunikasi, baik dengan sesama atau dengan alam. Dengan sesama misalnya antar teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa, tetapi seringkali terjadi kegagalan dalam komunikasi yang kita lakukan, ini tejadi karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai. Ini disebabkan tujuan komunikasi yang kita inginkan seringkali tidak ada kesepahaman, belum bertambahnya informasi, serta ada usaha perubahan tingkah laku pada orang atau teman kita itu

Komunikasi :
Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.
Komponen-komponen yang ada dalam komunikasi adalah:
1. Komunikator : orang yang menyampaikan pesan;
2. Pesan : ide atau informasi yang disampaikan;
3. Media : sarana komunikasi;
4. Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan;
5. Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang
diterimanya
Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang menyampaikan pesan/ide; ada yang menerima atau mendengarkan pesan; ada pesan itu sendiri; ada media dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan. Idealnya, tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan.
Fungsi Komunikasi :
1. Membangun Konsep Diri;
2. Eksistensi Diri;
3. Kelangsungan Hidup;
4. Memperoleh Kebahagiaan;
5. Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan;

Persepsi : Inti Komunikasi :
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal apa yang disebut kesan. Kesan adalah nuansa rasa manusia kepada obyek tertentu; obyek itu bisa barang bisa orang, misalnya kita terkesan, karena ada sesuatu yang menarik dari obyek tersebut, kita dapat terkesan kepada orang karena bermacam-macam; bisa karena wajah cantiknya, tampan, berkumis, bisa karena kata-katanya, karena janjinya, dan sebagainya. Membuat kesan yang baik, berarti kita harus berbuat dan bersikap tertentu yang membuat agar orang lain lebih tertarik.
Persepsi didefinisikan sebagai interpretasi bermakna atas sensasi sebagai representatif obyek eksternal. Proses menafsirkan informasi indrawi. Jika persepsi kita tidak akurat kita tidak mungkin bisa berkomunikasi secara efektif.
Proses mencapai kesepakatan (Sharing of meaning), lazimnya berlangsung secara bertahap. Karena itu, lebih awal kita perlu memperhatikan 5 (lima) sasaran pokok dalam proses komunikasi, yaitu:
1.Membuat pendengar mendengarkan apa yang kita katakan (atau melihat apa yang kita tunjukkan kepada mereka)
2.Membuat pendengar memahami apa yang mereka dengar atau lihat
3.Membuat pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau tidak menyetujui apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar)
4.Membuat pendengar mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud kita dan maksud kita bisa mereka terima
5.Memperoleh umpan balik dari pendengar
Untuk membuat sebuah komunikasi berjalan dengan menghasilkan kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya tidaklah mudah, karena salah satu prinsip dalam berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan pokok dalam mencapai tujuan. Berikut matrik tujuan dan kesulitan dalam proses komunikasi.
Tujuan Kesulitan
MENDENGAR: - Orang sulit memusatkan perhatian baik pada
kata yang tertulis maupun terucap untuk
waktu yang lama
- Orang kurang memiliki perhatian pada apa
yang bagi mereka tampak kurang penting
MEMAHAMI: - Orang memiliki asumsi berdasarkan
pengalaman masa lalunya
- Orang sering tidak memahami jenis bahasa
yang dipakai pembicara
- Orang lebih mudah salah mengerti saat
mereka mendengar tanpa melihat
- Orang sering sudah menarik kesimpulan
padahal kita belum selesai bicara.
MENYETUJUI: - Orang sering merasa curiga terhadap orang
lain yang sedang membujuk mereka
- Orang tidak suka jika dibuktikan bersalah
BERTINDAK: - Tidak mudah bagi banyak orang untuk
mengubah kebiasaan mereka
- Orang merasa takut akan akibat dari
pengambilan tindakan yang keliru
- Banyak orang tidak suka mengambil keputusan
UMPAN BALIK: - Beberapa orang sering dengan sengaja
menyembunyikan reaksi dan apa yang
sesungguhnya mereka pikirkan
- Penampilan dapat bersifat memperdaya,
misalnya anggukan kepala, mungkin tidak
selalu tanda setuju dan mengerti, karena bisa
digunakan untuk menutupi ketidak tahuan atau
keragu-raguan.

Diamati dari matrik di atas, sebetulnya kesulitan itu biasa dialami oleh penyampai ide maupun penerimanya. Masalahnya bagaimana kita mengatasi kesulitan itu. Menurut pakar komunikasi Joseph de Vito, Komunikasi Ifektif itu ada 5 kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu antara lain:
Kualitas Komunikasi : Deskripsi :
Openess Adanya keterbukaan
Supportiveness Saling mendukung
Positiviness Bersikap positif
Emphaty Memahami perasaan orang lain
Equality Kesetaraan
Namun demikian, yang paling mendasar dalam sebuah kegiatan komunikasi adalah adanya rasa saling percaya. Kalau sudah percaya, biasanya apapun yang dikatakan pastilah diterima. Satu hal lagi, efisiensi. Komunikasi yang efisien adalah komunikasi yang tidak membutuhkan upaya besar agar mencapai tujuannya.

Kualitas komunikator:
Partisipasi merupakan modal dasar untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif. Karenanya dibutuhkan kemampuan komunikasi efektif. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berbagi ide, mengkritik dari semua aspek, mendorong dan merangsang imajinasi, menolak buah pikiran yang kurang tepat, dan mengenal sejak dini solusi yang mungkin bisa diambil.

Kualitas komunikator efektif :
1. Menilai Orang : Mengetahui mana yang penting dan
menghargai kontribusi orang lain
2. Mendengarkan secara Aktif : Berusaha keras memahami
keinginan dan masalah orang lain
3. Bijaksana : Memberikan kritik secara halus.
konstruktif dan hormat
4. Memberikan pujian : Menghargai orang lain dan kontribusi
mereka di depan umum
5. Konsisten : Mengendalikan suasana riang;
memperlakukan sama bagi semuanya atau
tidak ada yang favorit
6. Mengakui kesalahan : Kemauan untuk mengakui kesalahan
7. Memiliki rasa humor : Mempertahankan posisi yang
menyenangkan dan pendekatan yang enak
8. Memberi contoh yang baik :Melakukan apa yang
diharapkan orang lain
9. Menggunakan bahasa Jelas, Lugas, dan Tepat : Kata-kata
yang lazim, konkret, pemberian petunjuk,
yang menyentuh perasaan penyimak.
Hindari kata-kata bercita rasa buruk,
kata-kata langsung.

Ketika berkomunikasi, kita biasanya memiliki persepsi tertentu pada pendengar begitu pula sebaliknya. Kekeliruan yang sering terjadi dalam berkomunikasi adalah ketika seseorang menyampaikan informasi dengan ukurannya sendiri. Ini harus dihindarkan karena komunikasi senantiasa melibatkan orang lain.
Ahli komunikasi berpesan jika komunikasi ingin berhasil, maka rumusan kunci yang harus dipegang adalah “Know your audience!” – ketahuilah siapa yang Anda ajak bicara. ”Seorang komunikator yang dialogis harus mencoba mengenali dan memperkecil kecenderungannya terhadap manipulasi, keegoisan, dan obyektivasi orang lain.

Meningkatkan kemampuan menyimak secara efektif adalah :
1. Memberikan perhatian;
2. Memahami komunikasi verbal dan non verbal;
3. Meningkatkan kemampuan dalam memahami simbol verbal
dan non verbal dengan menambah referensi pemahaman;
4. Menyimak untuk menganalisa dan mengevaluasi;
5. Meningkatkan keahlian menyimak antarpersonal;

Hambatan-hambatan komunikasi yang sering terjadi adalah:
Jenis Hambatan : Deskripsi
1. Fisik : Hal menyangkut ruang fisik, lingkungan
2. Biologis : Hambatan karena ketidaksempurnaan
anggota tubuh
3. Intelektual : Hambatan yang berhubungan dengan
kemampuan pengetahuan
4. Psikis : Hambatan yang menyangkut faktor
kejiwaan, emosional, tidak saling percaya,
penilaian menghakimi
5. Kultural : Hambatan yang berkaitan dengan nilai
budaya, bahasa,
Sebenarnya, kesulitan berkomunikasi yang paling besar berada dalam diri kita sendiri, misalnya kurang yakin, kurang percaya diri, memandang orang lain kurang, lebih mendominasi, apalagi tinggi hati adalah sesuatu yang harus dirubah dan melatih kebalikannya.
Menurut Larry King, Seni Berbicara, 2003 “Anda akan mampu menyusun pikiran anda dengan lebih mudah dan lebih efektif jika Anda mengingat-ngingat struktur pembicaraan : Apa yang akan dibicarakan, isi pembicaraan dan Apa yang telah anda bicarakan”.
Pada kenyataannya berkomunikasi tidak semudah yang kita bayangkan, tetapi dengan upaya terus-menerus kita lakukan untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dan yang lebih penting lagi ketrampilan tersebut perlu di asah terus-menerus dan senantiasa mengetahui perkembangan informasi dan teknologi.


[ Kembali ]